BKP Kelas I Batam
WHO: Darurat Internasional EBOLA PDF Print E-mail
Written by admin   
Saturday, 15 November 2014 09:57

Saat ini terjadi wabah EBOLA yg mengancam kehidupan kita semua. Wabah ini bergerak dari wilayah Afrika Barat dan telah mulai menyebar ke beberapa negara, melalui pergerakan manusia dan para petugas kesehatan yang sebelumnya merawat pasien EBOLA. Mayarakat perlu di edukasi agar turut melakukan kewaspadaan seperti halnya telah dilakukan pemerintah. Berikut ini hal yang harus kita ketahui tentag EBOLA.

Apa itu EBOLA?

EBOLA adalah penyakit yag disebabkan virus yg menyerang sistem darah manusia. Ilmuwan menyebutnya sebagai demam haemorraghic atau demam berdarah EBOLA - membuat penderita berdarah dari hampir seluruh tubuhnya. Umumnya korban mengalami pendarahan hingga kematian. EBOLA sangat menular dan ditularkan melalui cairan tubuh: darah, keringat, liur, semen atau cairan lain, EBOLA TIDAK ditularkan melalui udara!

EBOLA Mematikan

Virus EBOLA sangat mematikan. Sekitar 90% orang yg terjangkit EBOLA akan mengalami kematian. EBOLA menjadi salah satu wabah paling mematikan di dunia, dengan kemampuan membunuh hanya dalam beberapa minggu. Satu sel virus EBOLA mampu menyebabkan timbulnya penyakit ini, dan yang terpenting, EBOLA tidak dapat diobati atau disembuhkan.

Saya terjangkit EBOLA?

Tanda-tanda seseorang terserang EBOLA nampak seperti penyakit lainnya. Gejala muncul dua hari hingga tiga minggu setelah terjangkit virus. Gejala demam, sakit kepala, diare, muntah dan letih. Persendian dan otot akan terasa nyeri, sakit di bagian perut dan hilangnya nafsu makan. Fungsi liver dan ginjal akan menurun, dan mulailah terjadi pendarahan.

Lindungi anda dari EBOLA

Mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin atau juga menggunakan sanitizer tangan yg baik. Hindari kontak fisik yg tidak perlu dengan orang lain.

Upaya lain dengan mengurangi penyebaran penyakit dari monyet dan babi yang terinfeksi ke manusia. Hal ini dapat dilakukan dengan memeriksa hewan tersebut terhadap infeksi, serta membunuh dan membuang hewan dengan benar jika ditemukan penyakit tersebut.

Memasak daging dengan benar dan mengenakan pakaian pelindung ketika mengolah daging juga mungkin berguna, begitu juga dengan mengenakan pakaian pelindung dan mencuci tangan ketika berada di sekitar orang yang menderita penyakit tersebut. Sampel cairan dan jaringan tubuh dari penderita penyakit harus ditangani dengan sangat hati-hati. Mayat penderita masih dapat menularkan EBOLA

Sucihama sekeliling anda. Virus EBOLA tdk dpt bertahan terhadap disinfectants, panas, sinar matahari langsung,detergen dan sabun.

Laporkan!
Laporkan setiap gejala mencurigakan pada diri anda atau orang lain SECEPATNYA. Jangan menunda! EBOLA telah menyebabkan kematian lebih dari 4.000 jiwa dalam beberapa bulan ini, tentu kita tidak ingin menambahnya bukan?

Berbagilah informasi penting ini pada keluarga terdekat, rekan kerja dan setiap orang di lingkungan sekitar. Kewaspadaan bersama ini akan mampu mencegah munculnya EBOLA di lingkungan kita. Semoga bermanfaat.

 

* Hasil saduran dari situs resmi Badan Karantina Pertanian Republik Indonesia ( http://www.karantina.deptan.go.id/?page=quarantine_detail&&id=576 )

Last Updated on Saturday, 15 November 2014 10:02
 
EBOLA VIRUS DISEASE PDF Print E-mail
Written by admin   
Saturday, 15 November 2014 09:44

Virus Ebola adalah penyebab Ebola virus disease (EVD), sebelumnya disebut viral hemorrhagic fever disease. Penyakit ini sering fatal pada manusia dengan tingkat kasus kematian hingga 90%. Gejala klinis penyakit ini adalah demam, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, kelemahan, diare, muntah, sakit perut, kurang nafsu makan, ruam, gangguan fungsi ginjal dan hati, dan dalam beberapa kasus, terjadi perdarahan internal dan eksternal. Melalui temuan laboratorium terdapat sel darah putih dan trombosit dalam jumlah yang rendah dan peningkatan enzim hati. Gejala dapat muncul dalam 2-21 hari setelah terpapar virus Ebola meskipun 8-10 hari adalah yang paling umum.

Genus Ebolavirus adalah 1 dari 3 anggota keluarga Filoviridae (Filovirus), bersama dengan genus Marburgvirus dan genus Cuevavirus. Genus Ebolavirus terdiri 5 spesies yang berbeda:

  1. Bundibugyo Ebolavirus (BDBV)
  2. Zaire Ebolavirus (EBOV)
  3. Reston Ebolavirus (RESTV)
  4. Sudan Ebolavirus (SUDV)
  5. TAI Forest Ebolavirus (TAFV)

BDBV, EBOV, dan SUDV telah dikaitkan dengan wabah EVD di Afrika, sedangkan RESTV dan TAFV belum. Spesies RESTV, ditemukan di Filipina dan Republik Rakyat Cina, dapat menginfeksi manusia, tapi tidak ada penyakit atau kematian pada manusia dari spesies ini telah dilaporkan sampai saat ini.

Individu merupakan penular selama darah dan sekresi mengandung virus. Virus Ebola dapat diisolasi dari air mani 61 hari setelah mulai sakit pada seorang pria yang terinfeksi di laboratorium. Virus ditularkan harus melalui kontak langsung dengan individu yang mengalami gejala Ebola.

Ebola ditularkan melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh dari individu dengan gejala terinfeksi atau melalui paparan objek (seperti jarum) yang telah terkontaminasi oleh sekresi yang terinfeksi. Ebola bukanlah penyakit pernafasan seperti flu, sehingga tidak ditularkan melalui udara. Ebola juga bukan food-borne illness ataupun  water-borne illness.

Ebola pertama kali muncul pada tahun 1976 dalam 2 wabah simultan, di Nzara, Sudan, dan di Yambuku, Republik Demokratik Kongo. Kemudian terjadi wabah di sebuah desa yang terletak di dekat Sungai Ebola. Nama Ebola diambil dari kejadian wabah tersebut.

Wabah Ebola terjadi terutama di desa-desa terpencil di Afrika Tengah dan Barat. Saat ini wabah ebola terjadi di Afrika Barat : Liberia, Guinea, Sierra Leone, dan ada potensi penyebaran ke Negara Afrika lainnya. Amerika memberikan bantuan  dengan mengirimkan 50 petugas kesehatan tambahan untuk membantu pengembangan kapasitas penanganan Ebola di wilayah ini.

Kelelawar buah dari Famili Pteropodidae dianggap menjadi inang alami dari virus Ebola. Di Afrika, kelelawar buah, terutama spesies dari genus Hypsignathus monstrosus, Epomops franqueti dan Myonycteris torquata, mungkin merupakan inang alami untuk virus Ebola. Sehingga distribusi geografis dari virus Ebola mungkin terkait dengan berbagai kelelawar buah.

Virus Ebola ditularkan kepada individu dari hewan liar dan menyebar dalam populasi manusia melalui penularan dari manusia ke manusia. Ebola menular ke populasi manusia melalui kontak langsung (melalui kulit rusak atau selaput lendir) dengan darah, sekresi, organ atau cairan tubuh lainnya dari hewan yang terinfeksi dan juga kontak tidak langsung dengan lingkungan yang terkontaminasi dengan cairan tersebut. Upacara pemakaman di mana pelayat memiliki kontak langsung dengan tubuh orang yang meninggal juga dapat berperan dalam penularan Ebola. Pria yang telah sembuh dari penyakit ini masih bisa menularkan virus melalui air mani hingga 7 minggu setelah sembuh dari penyakit tersebut. Di Afrika, infeksi telah didokumentasikan melalui penanganan simpanse yang terinfeksi, gorila, monyet, kelelawar, kijang hutan dan landak yang ditemukan sakit atau mati atau terdapat di hutan hujan.

 

Hasil saduran dari situs resmi Badan Karantina Pertanian Republik Indonesia ( http://www.karantina.deptan.go.id/?page=quarantine_detail&&id=476 )

Last Updated on Saturday, 15 November 2014 10:04
 
Pemusnahan Daging Dari Singapura PDF Print E-mail
Written by admin   
Friday, 08 February 2013 09:39

 

2Batam, Pebruari 2013. Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam telah melakukan pemusnahan daging kambing kemarin pagi (07/02/2013). Daging seberat 25 Kg itu dibawa Ibu Lily, Warga Negara Indonesia yang tinggal di Batam melalui Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre.

 

Penahanan daging kambing tersebut dilakukan oleh Buha Situmorang yang merupakan Paramedik Veteriner Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam yang bertugas di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre. Laki-laki yang akrab dipanggil Pak Buha itu, menangkap daging kambing yang dibawa Ibu Lily dari Singapura dengan menggunakan alat angkut MV. Sindo yang berangkat dari Pelabuhan Harbour Front, Singapura. Pak Buha kemudian melaporkannya kepada Drh. Ismudiyanto, selaku Medik Veteriner di wilker tersebut.

Penahanan Nomor 01/KH/II/2013 terhadap MP HPHK karena melanggar ketentuan di Pasal 5 UU No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan serta melanggar ketentuan Pasal 2 PP No. 82 Tahun 2000 Tentang Karantina Hewan karena tidak dilaporkan kepada petugas karantina pertanian dan tidak dilengkapi sertifikat kesehatan (Sanitary Certificate) dari Negara asal.

Menurut Pasal 21 ayat 2 PP No. 82 Tahun 2000 menyatakan bahwa dapat diberikan kesempatan kepada pengguna jasa, dalam hal ini Ibu Lily sebagai pembawa daging kambing tersebut untuk melengkapi sertifikat kesehatan hewan dari Negara asal dalam kurun waktu paling lama 3 hari dengan ketentuan bahwa Media Pembawa tersebut (daging kambing) bukan berasal dari negara, area, atau tempat yang pemasukannya dilarang serta pada pemeriksaan di atas alat angkut menurut pertimbangan dokter hewan tidak ditemukan adanya gejala hama penyakit hewan karantina golongan I dan risiko penularan hama penyakit hewan karantina golongan II.

Setelah waktu 3 hari yang telah diberikan, Ibu Lily ternyata tidak mampu melengkapi sertifikat kesehatan hewan dari negara asal dan tidak adanya rekomendasi persetujuan pemasukan. Maka, pada tanggal 7 Pebruari 2013 kemarin dilakukanlah pemusnahan.

Pemusnahan ini dilakukan oleh Drh. Ibrahim selaku Kasie Wasdak di Incenerator Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam di Sei Temiang. Pemusnahan daging kambing ini dihadiri perwakilan instansi Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam, juga dihadiri oleh instansi lain seperti Bea Cukai, sebagai saksi.

3   1_Edit

Harapannya, dengan dilakukannya tindakan karantina pertanian diatas dapat menjaga Wilayah Negara Republik Indonesia terutama Kotamadya Batam sebagai Wilayah Kerja Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam agar tetap aman dari ancaman HPHK.

....

Last Updated on Friday, 08 February 2013 10:47
 
Kata Pengantar Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam PDF Print
Written by webmaster   
Friday, 15 July 2011 00:00
Assalammualaikum Wr.Wb.

Puji syukur ke hadirat ALLAH SWT atas limpahan Rahmat dan Hidayah-NYA jualah sehingga website BKP Kelas I Batam yang telah di launching sejak bulan Juni 2008 dapat disempurnakan sebagaimana yang tampil saat ini.Website ini adalah merupakan media informasi bagi masyarakat yang berisikan tentang tugas pokok struktur organisasi Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Batam, kegiatan operasional, peraturan-peraturan tentang karantina hewan dan tumbuhan serta berisikan informasi tentang teknis perkarantinaan.

Dengan disajikannya informasi tentang karantina pertanian melalui website ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang karantina, Dengan Bertambahnya wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang karantina maka diharapkan akan semakin meningkat pula kesadaran masyarakat tentang peraturan - peraturan karantina. Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat tentang peraturan karantina maka secara tidak langsung akan meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan karantina. Selanjutnya apabila masyarakat telah patuh terhadap peraturan karantina, maka kemungkinan masuk dan tersebarnya OPTK (Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina) & HPHK (Hama & Penyakit Hewan Karantina) kedalam wilayah REPUBLIK INDONESIA semakin kecil. Dengan berhasil di cegah masuk dan menyebarnya OPTK & HPHK di dalam wilayah RI, berarti itu adalah keberhasilan institusi karantina pertanian dalam melaksanakan tugas pokoknya.

Semoga website yang sangat sederhana ini bermanfaat bagi masyarakat luas dan dapat memberikan informasi tentang perkarantinaan khususnya di pulau batam.

Wassalammualaikum Wr.Wb.

 
Rapat koordinasi Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam Tahun 2013 PDF Print E-mail
Written by admin   
Tuesday, 29 January 2013 09:43

 IMG_9869

 

Januari 2013.  Mengawali tahun 2013 Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam mengadakan rapat koordinasi tahunan. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh hampir seluruh pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam yang terdiri dari Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam, drh. Arinaung Siregar, M.Si., para pejabat struktural, dan perwakilan dari masing-masing wilayah kerja.

 

Dalam sambutannya, kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam, drh. Arinaung Siregar, M.Si. menghimbau seluruh pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam lebih meningkatkan kinerjanya dalam menjaga keamanan hayati hewani dan keamanan hayati nabati di wilayah Negara Republik Indonesia khsusnya di wilayah Kotamadya Batam sebagai wilayah kerja Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam. Selanjutnya beliau menghimbau agar petugas Karantina Pertanian dapat mengaplikasikan 4 cara kerja dalam kegiatannya sehari-hari, yaitu : Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas, dan Kerja Ikhlas.

 

Rapat Koordinasi ini juga dihadiri oleh Kapus KKIP, Dr. Ir. Catur Putra Budiman, M.Agric., Kepala Bidang Karantina Tumbuhan Non Benih, Ir. Bambang Hesti Susilo, MSc., dan Kepala Sub Bidang Kepatuhan Perkarantinaan Tumbuhan, Karsad STP, MP. Yang pada rapat koordinasi ini berlaku sebagai narasumber.

 

Kapus KKIP, Dr. Ir. Catur Putra Budiman, M.Agric. menghimbau kepada seluruh pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam agar lebih meningkatkan kinerjanya dalam mengawasi pintu-pintu pemasukan yang tersebar di seluruh Wilayah Kotamadya Batam. Ir. Bambang Hesti Susilo menambahkan, tantangan Karantina Pertanian kedepannya akan semakin besar. Semakin ketatnya peraturan perkarantinaan memicu kinerja para petugas karantina pertanian untuk bekerja lebih ekstra kedepannya.

 

Rapat Koordinasi Tahunan ini juga membahas bagaimana Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam kedepannya. Dalam kesempatan ini juga diumumkan Surat Keputusan Kepala Balai mengenai pembagian tugas serta penempatan para pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam.

 

Di tahun 2013 ini, Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam diharapkan akan lebih baik dalam menjaga keamanan hayati hewani/nabati dari ancaman HPHK dan OPTK yang mungkin masuk ke wilayah Kotamadya Batam. Selain itu, peningkatan kedisiplinan juga menjadi salah satu tujuan yang ingin dicapai Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam di tahun 2013.

 

Last Updated on Friday, 08 February 2013 10:45
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Page 1 of 2

Jajak Pendapat

Website ini menurut anda ?
 

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday125
mod_vvisit_counterYesterday350
mod_vvisit_counterThis week2102
mod_vvisit_counterLast week8463
mod_vvisit_counterThis month17544
mod_vvisit_counterLast month28331
mod_vvisit_counterAll days1566485

Kalender

«  December 2014  »
MTWTFSS
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031